Antara Aku, Kau dan Dia


Kadang mentari yang bersinar tak secerah yang diinginkan, kadang mendung datang menyelimuti mentari, walau kita tak tau apa maksud dari semua yang terjadi, tapi kita dapat merasakan keindahan dikala ia bersinar dan kegelapan dikala ia pergi ke ufuk barat. Hidup adalah anugrah, anugrah adalah titipan yang kuasa.

Hidup penuh dengan lika dan liku, Amarah, Emosi, Egois, Kesombongan, Kemunafikan, dan masih banyak lagi yang kita punya, dan tentunya membawa kita kepada jurang kehancuran. Lewat lintas kata ini aku mengingatkan diriku agar bisa meredam semua rasa itu.

Aku tidak mau melihat yang lain terluka hanya karena keegoisanku, kesombonganku, kemunafikan dan sebagainya, jika terlintas kata maaf maka akan ku ucap kata maaf untuk semua yang pernah mengenal dan berjabat tangan denganku, ini lah aku yang selalu belajar untuk menikmati hidup, walau banyak diantara rahmatnya aku abaikan.

Jangan kau harapkan diriku kembali setelah perbuatanmu menyiksa diriku


 

If You Like This Post, Share it With Your Friends & Peers

technorati
Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
rss feed bookmar
 

One Response to “Antara Aku, Kau dan Dia”

Leave a Reply