<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>..:: Hanya Sebatas Coretan ::.. &#187; perjalanan</title>
	<atom:link href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/tag/perjalanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlie.web.id</link>
	<description>Mari Berbagi Walau Hanya Sebatas Coretan...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 10:15:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Hitam &amp; Mencekam</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/hitam-mencekam.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/hitam-mencekam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 14:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buat Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Gak penting]]></category>
		<category><![CDATA[gelap]]></category>
		<category><![CDATA[Guci]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Malam]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[Rembulan88]]></category>
		<category><![CDATA[Rintangan]]></category>
		<category><![CDATA[Saliung]]></category>
		<category><![CDATA[singkawang]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Hitam &#38; Mencekam Penulis: Abdul “Fadlie “ Al Ra’uf Malam itu, hujan begitu deras selepas adzan isya berkumandang hujan tak kunjung reda, namun tekat yang begitu kuat untuk tiba di tanah kelahiran sudah tak terbendung lagi. Bertemankan jas hujan aku berdua bergegas turun ke jalan yang mulai menghitam, berteman dengan sang waktu, berjabat erat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Judul: <strong>Hitam &amp; Mencekam</strong><br />
Penulis: <strong>Abdul “Fadlie “ Al Ra’uf</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-826" title="Pendekar Lanun" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/Pendekar-Lanun-225x300.jpg" alt="Pendekar Lanun" width="174" height="171" />Malam itu, hujan begitu deras selepas adzan isya berkumandang hujan tak kunjung reda, namun tekat yang begitu kuat untuk tiba di tanah kelahiran sudah tak terbendung lagi. Bertemankan jas hujan aku berdua bergegas turun ke jalan yang mulai menghitam, berteman dengan sang waktu, berjabat erat dengan sang malam kami lewati satu demi satu rerumputan yang menghiasi kota khatulistiwa itu, dingin terasa menusuk sampai ke tulang namun kami tak patah arang.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalanan yang seharusnya bersahabat, hari itu membuat kami cemas dan guyuran hujan semakin deras, pacuan kuda besi tidak lah begitu cepat karena terhalang oleh jarak pandang yang terbatas. Sesekali kuusap mukaku yang tertutup secarik kain, menghindar dari terpaan angin laksana badai dimalam pekat, perjalanan itu membuatku seperti raja jalanan yang sepi, hanya sesekali gerobak moderen melintas namun tekat itu terhenti di Pinyuh untuk menikmati secangkir kopi susu dan sebatang rokok. Sambil memikirkan strategi untuk melumpuhkan kejamnya malam itu, kuhisap Mild yang hampir habis, hisapan dalam dan dilanjutkan dengan hembusan asap putih tidak membuat pikiranku berhenti untuk memikir, dengan tekat yang kuat dari kami berdua untuk menaklukan jalanan yang gelap dan pekat dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-825"></span>Tak terasa jam 11.15 PM kami tiba di sebuah lorong yang menyeramkan, jalanan yang tepinya berbatuan dan tidak ada kehidupan disana, melainkan hutan belantara di sisi kiri dan kanan jalanan itu, kucoba tuk mengingat perkampungan itu namun semakin ku mencoba tuk mengingat, semakin hilang nama kota itu di ingatanku, tak lama kemudian aku menikmati dinginnya pantai diantara pohon cemara itu, namun kali ini tanpa menguras tenaga untuk membangkitkan memori yang ada di kepala aku teringat dengan suasana pasir panjang, yang masih hijau dan hembusan angin tak begitu dingin, walau suara hempasan ombak dipantai tak dapat kudengar, namun kucoba tuk menyatu dengan alam berharap agar suatu saat nanti alam dapat berbicara kepadaku dan mengisahkan tentang indahnya pantai itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hujan mulai reda itu pertanda bahwa alam mulai mundur dari syaimbara ini, mereka mundur karena kalah ataupun mundur untuk merencanakan suatu hal atau entah lah biar sang waktu yang menjawab semua teka-teki tentang alam itu yang pasti kami telah menemukan bongkahan tanah yang awalnya tak bernentuk semakin kami mendekat bongkahan tanah itu menjadi terlihat cantik dan bongkahan tanah itu berbentuk GUCI, ternyata desa itu adalah Sakok sebuah desa kecil yang dihuni sebagian besar warga tionghua yang mendalami seni membuat guci, tapi malam itu hanya terlihat satu guci berukuran raksasa yang terpajang dipinggiran jalan terhimpit oleh warung remang-remang didepannya ramai para wanita berpenampilan sexy menatap kosong seakan mengutuk alam yang telah menghalangi mereka untuk menyambung hidup. Sepi tanpa seorangpun pria-pria penikmat sensasi hawa berada di situ, hanya 2 buah mobil avanza dan beberapa mobil yang tak kukenal.</p>
<p style="text-align: justify;">Penaklukan itu hampir berakhir dan puncak kemenangan semakin dekat di pelupuk mata, namun dinginnya masih terasa dan tak berkurang dari semula, tubuh kami berkilauan karena basah, namun hati tetap gembira tatkala melihat gerbang selama datang di Kota Singkawang yang berakhir disebuah penginapan tepat pukul 12.AM lewat beberapa menit.</p>
<blockquote><p>Tags: <em>Gelap, Malam, Perjalanan, Hujan, Rintangan, Guci, Wanita, Rembulan88, Saliung, Singkawang, Pontianak</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/hitam-mencekam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam itu Tubuhku Terguncang</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/malam-itu-tubuhku-terguncang.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/malam-itu-tubuhku-terguncang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 03:04:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[anuggrah]]></category>
		<category><![CDATA[cyber @&Ni]]></category>
		<category><![CDATA[installasi warnet sekadau]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[rindu anuggrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Malam itu Tubuhku Terguncang Oleh: Rindu Anuggrah Pagi yang cerah dan bagun sedikit awal dari biasanya, karena pagi-pagi sekali seorang wanita kuliah di Polnep membangunkanku dan berharap agar aku bisa menemaninya di Kost untuk beberapa saat, dikamar kami bercengkrama dan berpegangan erat dengan obeng, namun sebelumnya aku harus membuka baju CPU Pentium 4 produksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Judul: <strong>Malam itu Tubuhku Terguncang</strong><br />
Oleh: <strong>Rindu Anuggrah</strong>
</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-653" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="Logo" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/Logo-300x300.jpg" alt="Logo" width="129" height="129" />Pagi yang cerah dan bagun sedikit awal dari biasanya, karena pagi-pagi sekali seorang wanita kuliah di Polnep membangunkanku dan berharap agar aku bisa menemaninya di Kost untuk beberapa saat, dikamar kami bercengkrama dan berpegangan erat dengan obeng, namun sebelumnya aku harus membuka baju CPU Pentium 4 produksi tahun 2004-an yang rusak karna dump Memory. Saat itu aku tidak membawa peralatan tempur, jadi aku sarankan untuk membawa CPU tersebut ke vivid.com.</p>
<p style="text-align: justify;">Telpon berdering, ada pesan disana memintaku untuk bersiap mengambil Tiket Bus yang telah dipesan untuk ke Sekadau, Kami berangkat berdua dengan naik Bus yang untuk Installasi Jaringan Warnet @&amp;Ni Cyber. Diperjalanan bus yang aku tumpangi terbakar dibagian depan karena sistem kelistrikannya yang tidak baik, penumpang berhamburan keluar aku bingung, awalnya aku mengira hanya kecelakaan dibagian radiator, keberangkatan di pending hingga pukul 12.30.</p>
<p><span id="more-652"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan yang mengasikan yang membuat aku tersenyum saat-saat mobil itu memasuki jalan yang berlubang, terguncang-guncang di heningnya malam, hujan deras menyertai perjalanan itu, aku tetap tidak bisa memejamkan mata, tidak seperti temanku yang dari awal perjalanan sampai tiba di sekadau lelap tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan yang membuatku lelah namun tetap semangat karena mungkin ini jawaban dari mimpiku selama ini yang ingin segera mempunyai pendamping hidup. Lagi-lagi hanya sebuah mimpi karena aku tak punya itu semua, yang aku ada hanya sebuah keegoisan dan aku yakin suatu saat ego itu akan menghasilkan sesuatu yang berarti.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini sengaja aku buat setelah semua pekerjaan telah selesai, ingin berbagi cerita tentang perjalananku untuk menggapai mimpi. Mimpi untuk sang Rindu Mimpi sang Anugrah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/malam-itu-tubuhku-terguncang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DigiLife DDV 1000 &amp; Perjalananku</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/digilife-ddv-1000-perjalananku.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/digilife-ddv-1000-perjalananku.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 08:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Gak penting]]></category>
		<category><![CDATA[Camera]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[DigiLife]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Camcorder]]></category>
		<category><![CDATA[kisah hidup]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Webcam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Horee&#8230;. Akhirnya aku punya Digital Camcorder yang aku beli dengan uang &#8220;Pesangon&#8221;. Sambil cari-cari kerja baru sekarang hari-hariku diisi dengan acara &#8220;Jepret&#8221; sana sini, Digital Camcorder 2nd aku dapat seharga Rp.500.000 lengkap dengan tetek bengeknya. Wah ternyata aku adalah pria Malang yang Beruntung&#8230; karena di satu sisi aku kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal karena warnet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-498" title="digital-camcorder" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/digital-camcorder.jpg" alt="digital-camcorder" width="143" height="122" />Horee&#8230;. Akhirnya aku punya Digital Camcorder yang aku beli dengan uang &#8220;Pesangon&#8221;. Sambil cari-cari kerja baru sekarang hari-hariku diisi dengan acara &#8220;Jepret&#8221; sana sini, Digital Camcorder 2nd aku dapat seharga Rp.500.000 lengkap dengan tetek bengeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah ternyata aku adalah pria Malang yang Beruntung&#8230; karena di satu sisi aku kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal karena warnet yang biasa tempat aku duduk, senyum, marah, tertawa, bahkan banyak kenang-kenangan yang aku tinggalkan disana, apa lagi kalau berbicara ruang lingkup AKPER, yah mana cewek-cowoknya udah pada akrab. Namun dari sini lah aku diberangkatkan menuju ke Suksesan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-497"></span>Disisi lain aku beruntung mempunyai teman-teman yang selalu mendampingi hidupku, bahkan para mereka (dibaca: mereka) masing-masing menyuruhku untuk tinggal bersama mereka, namun aku hanya bisa berucap &#8220;Thank&#8217;s My Friend&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah Aku dan kehidupanku, aku yang selalu tersenyum dan kadang menangis, aku yang sering marah dan kadang sering tertawa. Hidup ini banyak rintangan, hidup ini banyak cobaan, mari kita bersama belajar menghadapi cobaan dengan terus dan terus mensyukuri Nikmat yang telah di berikan untuk kita dari yang Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Melewati hari ulang tahunku tanggal 8 Februari kemaren, banyak cobaan dan pelajaran yang aku dapat dan semua ini adalah ungkapan rasa Cinta yang Kuasa untuk aku, seperti membentuk segumpal tanah menjadi gelas, menyimpan aku didalam katup bak permata, Inilah yang dinamakan hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/digilife-ddv-1000-perjalananku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.468 seconds -->
