<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>..:: Hanya Sebatas Coretan ::..</title>
	<atom:link href="http://www.fadlie.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.fadlie.web.id</link>
	<description>Mari Berbagi Walau Hanya Sebatas Coretan...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 07:30:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tinggal Selangkah Lagi&#8230;</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/tinggal-selangkah-lagi.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/tinggal-selangkah-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 07:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buat Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Triks]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[GIS]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[SIG]]></category>
		<category><![CDATA[singkawang]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, aku pernah menulis betapa senangnya aku disaat cita-citaku untuk melanjutkan kuliah tercapai, walau itu mustahil bagiku, namun saat itu aku yakin bahwa aku bisa dan semua itu kutulis diblog ini, blog yang selalu mengerti akan diriku, beberapa waktu lalu aku menulis dengan sebuah judul “Akhirnya Te-Ka-Je Juga” dan sekarang akhir dari perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-950" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/tinggal-selangkah-lagi.html/gis"><img class="alignleft size-medium wp-image-950" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="gis" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/gis-300x225.jpg" alt="" width="182" height="146" /></a>Beberapa waktu lalu, aku pernah menulis betapa senangnya aku disaat cita-citaku untuk melanjutkan kuliah tercapai, walau itu mustahil bagiku, namun saat itu aku yakin bahwa aku bisa dan semua itu kutulis diblog ini, blog yang selalu mengerti akan diriku, beberapa waktu lalu aku menulis dengan sebuah judul “<em><strong><a href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/bahagianya-lulus-test-tkj-polnep.html">Akhirnya Te-Ka-Je Juga</a></strong></em>” dan sekarang akhir dari perjalanan itu, entah lulus atau tidak yang penting aku tetap optimis bisa melewati dimana saat-saat paling beharga yaitu mempresentasikan Sistem Informasi yang aku buat yang menghabiskan waktu 150 hari kerja, lebih dari 20 kali pulang pergi ke Singkawang untuk melakukan Tracking menggunakan GPS.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai tanggal 15 nanti, giliran aku yang maju (gelombang dua, gelombang satu dimulai hari ini) untuk mempresentasikan software yang kuberi judul “Pencarian Fasilitas Kesehatan di Kota Singkawang dengan Sistem Informasi Geografis”.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit cerita mengapa aku sampai menggambil judul yang berbau SIG? itu semua di karenakan hampir 20 Judul yang aku ajukan semuanya di tolak, maksud hati hanya iseng menyelipkan 1 judul yang berbau SIG padahal sebelumnya aku tau, Sistem Informasi Geografis tidak pernah di ajarkan di dalam Kampus Polnep, hanya saja ada satu orang dosen yang pernah mengambil Skripsi tentang SIG? tapi aku gak kebagian bimbingan dengan beliau mungkin dikarenakan aku seorang Lelaki <img src='http://www.fadlie.web.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> karena bimbingan beliau hampir semuanya wanita dan semuanya cantik-cantik hehehe….</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-947"></span>Tapi aku tetap aja nekat, mulai dari keinginan untuk kursus, namun tak kesampaian karena temanku si didit dan si gopal udah duluan, tapi aku tetap optimis aku harus bisa walau tanpa kursus seperti mereka, dan alhamdulilah Gopal tak bosan-bosan mengajariku step by step dalam implementasi yang saat ini menggunakan software MapInfo.</p>
<p style="text-align: justify;">Sempat terasa jengkel waktu si didit akan tutup buku setelah dia menyelesaikan kursus, namun aku tetap berharap agar si Gopal mau berbagi bersama kami, dan Allhamdulilah sekarang aku mempunyai teman yang satu KBK, yaitu Gopal dan Fiancur, kami bertiga saling Tanya jawab, saling sharing ditambah lagi satu orang teman kami dari KBK yang berbeda yang selalu ikut kemana kami berjalan, yaitu giwo dia adalah seorang anak dari Group Sri Mulat yang selalu menghibur saat kami dalam kesumpekkan <img src='http://www.fadlie.web.id/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p style="text-align: justify;">Oke deh sekian dulu cerita-ceritanya, nanti setelah aku maju untuk SIDANG TA, kita sambung lagi ceritanya…. Makasih yang udah mau baca, makasih juga yang malas baca tulisan ini…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/tinggal-selangkah-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Umar R.A Memeluk Islam</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/kisah-umar-r-a-memeluk-islam.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/kisah-umar-r-a-memeluk-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 13:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buat Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Umar R.A Memeluk Islam]]></category>
		<category><![CDATA[umar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Umar r.a. adalah seorang sahabat yang namanya menjadi kebanggaan bagi kaum muslimin hingga hari ini. Namanya dapat menyebabkan iman menjadi meningkat, dan dapat menggentarkan hati orang-orang kafir sejak seribu tiga ratus tahun yang lalu hingga saat ini. Sebelum memeluk Islam, dia sering menentang Nabi saw. dan mengganggu kaum muslimin.
Pada suatu hari, orang-orang kafir Quraisy bermusyawarah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-944" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/kisah-umar-r-a-memeluk-islam.html/mainimg"><img class="alignright size-full wp-image-944" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="mainimg" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/mainimg.jpg" alt="" width="154" height="141" /></a>Umar r.a. adalah seorang sahabat yang namanya menjadi kebanggaan bagi kaum muslimin hingga hari ini. Namanya dapat menyebabkan iman menjadi meningkat, dan dapat menggentarkan hati orang-orang kafir sejak seribu tiga ratus tahun yang lalu hingga saat ini. Sebelum memeluk Islam, dia sering menentang Nabi saw. dan mengganggu kaum muslimin.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, orang-orang kafir Quraisy bermusyawarah untuk menentukan siapakah di antara mereka yang bersedia membunuh Rasulullah saw.. Umar r.a. segera menyahut, “Saya siap melakukannya!” Semua orang Quraisy yang hadir di pertemuan itu berkata, “Ya, memang engkaulah yang pantas melakukannya!”</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menghunuskan pedang, Umar r.a. segera melangkah menuju kediaman Rasulullah saw.. Dalam perjalanan dia berpapasan dengan salah seorang dari Kabilah Zuhrah, yang bernama Sa’ad bin Abi Waqqas r.a. (sebagian ahli sejarah mengatakan bertemu). Sa’ad bertanya kepada Umar, “Umar, engkau akan pergi ke mana?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya akan membunuh Muhammad!” Jawab Umar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sa’ad berkata, “Jika demikian, Banu Hasyim, Banu Zuhrah dan Banu Abdi Manaf tidak akan berdiam diri atas perbuatanmu itu.  Mereka pasti akan menuntut balas.”</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-941"></span>Mendengar ancaman seperti itu, Umar terkejut, lalu berkata, “Oh, nam-paknya kamu pun telah meninggalkan agama nenek moyang kita. Kalau demikian, saya akan membunuhmu terlebih dahulu!” Sa’ad berkata, “Ya, saya memang telah masuk Islam.”</p>
<p style="text-align: justify;">Umar pun segera mencabut pedangnya. Sebelum bertarung dengan Umar, Sa’ad sempat berkata, “Lebih baik engkau mengurus keluargamu dulu, saudara perempuanmu dan suaminya juga telah memeluk Islam.”</p>
<p style="text-align: justify;">Tak terbayangkan kemarahan Umar ketika mendengar berita ini. la pun segera meninggalkan Sa’ad dan pergi menuju rumah saudara perem-puannya. Ketika itu, di rumah saudara perempuan Umar ada sahabat Khabbab r.a. – sebagaimana telah diceritakan pada kisah ke-6. Dengan menutup pintu dan jendela, suami istri itu membaca ayat-ayat al Quran. Umar mengetuk-ngetuk pintu sambil berteriak supaya dibukakan pintu. Mendengar suara Umar, Khabbab r.a. segera bersembunyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena tergesa-gesanya, maka mushaf-mushaf al Quran yang sedang mereka baca itu tertinggal. Ketika pintu dibukakan oleh saudara perempuan Umar. Umar memukul wajah saudara perempuannya itu sambil berkata, “Pengkhianat! Kamu telah meninggalkan agama nenek moyangmu!” Tanpa menghiraukan wajah saudara perempuannya yang berdarah, Umar masuk ke dalam rumah dan bertanya, “Apakah yang sedang kamu lakukan, dan siapakah orang yang suaranya aku dengar dari luar?” “Kami hanya berbincang-bincang ” jawab iparnya. Umar bertanya lagi, “Apakah kamu juga telah meninggalkan agama nenek moyangmu dan memeluk agama baru itu?” Iparnya menjawab, “Bagaimana jika agama baru itu lebih baik dari agama dahulu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban ini menyebabkan Umar marah dan memukul iparnya serta menarik-narik janggutnya sehingga wajahnya berlumuran darah. Saudara perempuannya segera melerai, namun ia pun dipukulnya sehingga wajahnya berdarah. Sambil menangis, saudara perempuannya berkata, “Wahai Umar! Kami dipukul hanya karena memeluk Islam. Kami bersumpah akan mati sebagai orang Islam. Terserah padamu, kamu mau melakukan apa saja terhadap kami.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kemarahannya mulai mereda, Umar merasa malu dengan perbuatannya terhadap saudara perempuannya itu. Tiba-tiba ia melihat mushaf-mushaf al Quran yang ditinggalkan oleh Khabbab tadi, lalu berkata, “Bagus, sekarang katakan, apa lembaran-lembaran ini.” “Kamu tidak suci, dan orang yang tidak suci tidak boleh menyentuh lembaran-lembaran ini” jawab saudara perempuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awalnya Umar belum siap untuk bersuci, namun akhirnya ia bersedia untuk mandi dan berwudhu, kemudian membaca mushaf-mushaf al Quran itu, surat yang dibacanya adalah surat Thaha. Umar membaca surat itu dari awal hingga akhir, pandangannya berubah ketika ia sampai pada ayat berikut:</p>
<p><a rel="attachment wp-att-943" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/kisah-umar-r-a-memeluk-islam.html/20_14-2"><img class="aligncenter size-medium wp-image-943" title="20_14" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/20_141-300x27.png" alt="" width="300" height="27" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Umar berkata, “Baiklah, sekarang antarkan aku menemui Muhammad.” Mendengar kata-kata Umar itu, Khabbab r.a. segera keluar dari persembunyiannya sambil berkata, “Wahai Umar, ada kabar gembira untukmu.  Tadi malam Rasulullah berdoa kepada Allah:</p>
<p style="text-align: justify;">“<em>Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar atau dengan Abu Jahal. Terserah kepada-Mu, siapa yang Engkau kehendaki.” Sepertinya Allah telah memilihmu untuk memenuhi permintaan Nabi</em>.” Setelah peristiwa itu, Umar segera dipertemukan dengan Rasulullah saw. pada hari Jumat shubuh, dan memeluk Islam saat itu juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum kafir Quraisy merasa terpukul dengan keislaman Umar. Namun, jumlah kaum muslimin masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan kaum musyrikin di Makkah. Kafir-kafir musyrikin itu semakin keras usahanya untuk membinasakan kaum muslimin beserta agamanya, di sisi lain sema-ngat kaum mulimin pun semakin bertambah. Dengan Islamnya Umar, kaum Muslimin bertambah berani dan mereka berani mendirikan shalat di Baitul Haram.</p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, “Islamnya Umar merupakan keme-nangan besar bagi kaum Muslimin, hijrahnya merupakan pertolongan bagi kami, dan pengangkatannya sebagai khalifah adalah rahmat bagi kaum muslimin.” (Asadul Ghabah).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/kisah-umar-r-a-memeluk-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Cinta</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/terima-kasih-cinta.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/terima-kasih-cinta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 05:18:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[istri yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[istri yang taat]]></category>
		<category><![CDATA[istriku]]></category>
		<category><![CDATA[seorang istri]]></category>
		<category><![CDATA[surat untuk istriku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu sudah ikatan ini terajut, permasalahan silih berganti dapat kami lewati dengan keagungan dan kebesaran-Nya kami dapat bersatu saling bahu membahu untuk menjalankan sekenario dari sang Ilahi. Hari ini terasa sesak di dada melihat dia baring terbujur, semalaman panas tinggi menyerangnya namun dia wanita yang kuat, wanita yang tegar dalam menghadang rasa sakit.
Istriku jangan pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-924" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/terima-kasih-cinta.html/cintasurat3"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-924" title="cintasurat3" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/cintasurat3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Seminggu sudah ikatan ini terajut, permasalahan silih berganti dapat kami lewati dengan keagungan dan kebesaran-Nya kami dapat bersatu saling bahu membahu untuk menjalankan sekenario dari sang Ilahi. Hari ini terasa sesak di dada melihat dia baring terbujur, semalaman panas tinggi menyerangnya namun dia wanita yang kuat, wanita yang tegar dalam menghadang rasa sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku jangan pernah mengeluh, jangan pernah putus asa aku selalu berada di sampingmu menemanimu dalam gelak dan tawa, suka dan duka, semua duka itu selalu kita lalui dengan senyum, engkau terus meminta agar semua kesulitan itu adalah anugrah dari Allah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-923"></span>Istriku sungguh besar pengorbananmu mulai dari awal kita bersama hingga hari ini, engkau bangunkan aku dikala subuh untuk bersama menunaikan kewajiban kita terhadap Allah, engkau tau keseharianku sebelum bersamamu, aku gak bisa bangun subuh, untuk solat subuh aja aku harus bergadang sampai tiba waktu adzan, namun kali ini engkau selalu bangunkan aku dengan lembut dan penuh kasih sayang, engkau tak pernah putus asa walau terkadang aku sedikit bandel untuk bangun subuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku setiap pagi engkau siapkan sarapan untukku walau aku tak terbiasa dengan hal itu, namun engkau selalu ingin menjadi seorang istri yang baik, semua itu engkau lakukan tanpa pamrih. Terima kasih istriku, maaf aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu, insya Allah, Dia akan membalas semua kasih sayang yang engkau berikan untukku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/terima-kasih-cinta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Sepatu Usang</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/aku-dan-sepatu-usang.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/aku-dan-sepatu-usang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 17:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buat Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Gak penting]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[celaan]]></category>
		<category><![CDATA[Cintaku]]></category>
		<category><![CDATA[hinaan]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[usang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Aku dan Sepatu Usang
Penulis: Abdul Ra’uf
Kini tinggal menghitung hari untuk meninggalkan semua kebebasan yang aku miliki, kehidupan yang membuatku menjadi seperti ini, keceriaan yang kemarin selalu menyelimutiku, namun sebentar lagi aku menemukan banyak celaan, cemoohan orang untuk jalan yang dia pilih.
Sedikit goyah keimananku akan hadirnya keceriaan dihari esok, kebebasanku, kehidupanku, bahkan aku harus mengadu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Judul: <strong>Aku dan Sepatu Usang</strong><br />
Penulis: <strong>Abdul Ra’uf</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-908" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/aku-dan-sepatu-usang.html/aa"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-908" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="aa" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/aa-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kini tinggal menghitung hari untuk meninggalkan semua kebebasan yang aku miliki, kehidupan yang membuatku menjadi seperti ini, keceriaan yang kemarin selalu menyelimutiku, namun sebentar lagi aku menemukan banyak celaan, cemoohan orang untuk jalan yang dia pilih.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit goyah keimananku akan hadirnya keceriaan dihari esok, kebebasanku, kehidupanku, bahkan aku harus mengadu perasaan untuk hidup disekeliling mereka. Mereka yang telah memandangku dengan sebelah mata, bukan karena mereka buta? Melainkan mereka adalah orang-orang yang pintar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-907"></span>Kesedihanku mulai memuncak, tak ada satu orangpun yang membela diriku, bahkan dia yang telah memilihku hanya bias berdiam, seakan bongkahan batu menghimpit giginya, dia hanya bias pasrah, menuntutku dengan segala keegoisannya, bosan bosan dan bosan telinga ini selalu mendengar keangkuhan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin kubuka lembaran yang baru, yang disitu hanya ada aku dan tuhan, agar aku selalu diawasi dan diarahkan, jika tuhan mengijinkanku maka akan kubunuh mereka sekarang juga. Terasa beban ini begitu memuncak, esok aku takut untuk melihat mentari pagi, aku takut untuk datangnya hari itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bukanlah yang terbaik untukmu, aku adalah sepatu usang yang hanya bisa berada ditelapak kaki penghuni dunia, kemana dirimu? Bahkan dirimu membela mereka dihadapanku, mungkin tuhan telah salah memiliku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/aku-dan-sepatu-usang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Cemburu] Sayang vs Benci</title>
		<link>http://www.fadlie.web.id/bangfad/cemburu-sayang-vs-benci.html</link>
		<comments>http://www.fadlie.web.id/bangfad/cemburu-sayang-vs-benci.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 19:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangfad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buat Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Copy Paste]]></category>
		<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Triks]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu buta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jealousy]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.fadlie.web.id/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Cemburu Sayang vs Benci
Oleh: Fadlie Ismail
Sumber: www.dakwatuna.com
Kecemburuan yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai ghoirah dan dalam bahasa Inggris disebut jealousy merupakan gejala fitrah, wajar dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang dan saling memiliki, melindungi (proteksi) dan peduli. Namun pada kenyataan keseharian rasa, cemburu tidak jarang mendapatkan stigma dan konotasi yang selalu negatif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">Judul: Cemburu Sayang vs Benci<br />
Oleh: Fadlie Ismail<br />
Sumber: www.dakwatuna.com</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-896" href="http://www.fadlie.web.id/bangfad/cemburu-sayang-vs-benci.html/brokenheart2"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-896" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="brokenheart2" src="http://www.fadlie.web.id/wp-content/uploads/brokenheart2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kecemburuan yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai ghoirah dan dalam bahasa Inggris disebut jealousy merupakan gejala fitrah, wajar dan alamiah dari seseorang sebagai rasa cinta, sayang dan saling memiliki, melindungi (proteksi) dan peduli. Namun pada kenyataan keseharian rasa, cemburu tidak jarang mendapatkan stigma dan konotasi yang selalu negatif sebagai bentuk ekspresi dan refleksi yang tidak pada tempatnya, norak, egois, curiga dan sebagainya. Memang pada umumnya, akan terasa menyesakkan dan hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan bila seorang wanita selalu dibayangi perasaan cemburu. Seorang wanita bijak pernah berkata, “Aku pernah mendapati seorang teman yang begitu menderita, banyak mengeluh, pencemburu, karena suaminya sering bepergian. Ia juga merasa cemburu ketika suaminya membuat janji dengan rekan kerja, sedang menelpon atau sedang menulis surat, atau bahkan ketika sedang termangu dan tersenyum malu. Ia merasa yakin bahwa dalam pikiran suaminya pada saat itu terdapat wanita lain.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kondisi pikiran dan kejiwaan seperti ini timbul dari berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Secara internal mungkin karena ia tidak mampu mengendalikan kecemburuan dan potensi kewaspadaannya dengan bijaksana sehingga kehilangan kepercayaan pada suaminya dengan merugikan dirinya sendiri berdasarkan sesuatu indikasi sumir yang belum jelas masalahnya. Adapun secara eksternal memang tidak menutup kemungkinan ada banyak indikasi yang mengarah kepada kelayakan suami untuk dicemburui, dicurigai ataupun diwaspadai seperti penampilan genit, mata keranjang maupun ‘gatelan’.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-895"></span>Dalam hal manajemen kecemburuan ini agar tidak menyengsarakan semuanya, Imam Ibnul Qayyim dalam Raudhatul Muhibbin (hal.241-242) menganjurkan para wanita muslimah untuk meniru karakteristik bidadari surga yang berhati suci sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya: “dan untuk mereka di dalamnya terdapat isteri-isteri yang suci.” (QS. Al Baqarah:25). Yaitu dengan membangun kejiwaan yang bersih dari perasaan cemburu yang tidak pada tempatnya, sikap kepribadian yang menyakiti hati suami, dan menjauhkan dari benak mereka untuk memikirkan pria lain selain suami mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun begitu, sebenarnya tidak semua cemburu itu membawa kesengsaraan dan tidak terpuji. Sebab rasa cemburu merupakan suatu potensi kejiwaan yang bila dipakai dan dikelola pada tempatnya secara wajar justru akan menjadi kontrol positif dan bukan menjadi sikap negatif yang kontra produktif. Imam Al Munawi dalam kitab Al-Faidh justru menyatakan bahwa wanita yang paling mulia dan yang paling luhur cita-citanya adalah mereka yang paling pencemburu pada tempatnya. Maka sifat seorang beriman yang cemburu (ghoyyur) pada tempatnya adalah sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh Rabbnya. Siapa yang mempunyai sifat menyerupai sifat-sifat Allah, maka sifat tersebut berada dalam perlindungan-Nya dan mendekatkan diri seorang hamba kepada rahmat-Nya. Rasulullah saw. bersabda: “<strong>Sesungguhnya Allah itu memiliki sifat cemburu dan orang-orang beriman juga memilikinya. Adapun rasa cemburu Allah ialah ketika melihat seorang hamba yang mengaku dirinya beriman kepada-Nya melakukan sesuatu yang diharamkan-Nya</strong>.” (HR. Bukhari dan Nasa’i).</p>
<p style="text-align: justify;">Kehilangan rasa cemburu dan tumbuhnya sikap ketidakpedulian pada pasangan hidup dan keluarga baik para istri maupun suami dengan membiarkan penampilan, perilaku dan aktivitas keluarga mereka tanpa kontrol (muraqabah) dengan dalih saling percaya meskipun realitas di depan mata mengundang fitnah dan membawa indikasi negatif akan membuka peluang bagi penodaan kehormatan dan citra keluarga sangat dibenci dalam Islam yang mana Nabi melaknat perangai dayyuts yakni kehilangan rasa cemburu pada keluarga agar tidak jatuh kepada kemaksiatan. Beliau juga bersabda: “<strong>Orang-orang mukmin itu pencemburu dan Allah lebih pencemburu.” (HR. Muslim)</strong>. Cemburu dalam arti yang positif di sini harus didasari cinta (mahabbah) karena Allah, bukan karena emosi hawa nafsu dan egoisme agar keluarga terselamatkan dari api neraka. Saad bin ‘Ubadah berkata: “Dengan cinta itu pula sebuah kebahagiaan hidup seseorang akan terasa semakin sempurna (abadi).”</p>
<p style="text-align: justify;">Kecemburuan yang pada tempatnya akan bernilai ibadah dan dicintai Allah yakni cemburu terhadap sesuatu pelanggaran nilai syariah secara pasti dan jelas. Namun kebalikannya, kecemburuan akan bernilai maksiat dan dibenci Allah yang justru akan merenggangkan tali cinta kasih suami-istri, mengganggu ketenteraman keluarga dan menyengsarakan hidup bersama jika hal itu cuma mengada-ada, su’udzon (negative thinking), syak wasangka, curiga terhadap sesuatu yang belum jelas dan pasti, serta cemburu buta secara bodoh karena rasa was-was yang tidak pada tempatnya itu berasal dari setan (QS. An-Naas:3-6). Rasulullah saw. bersabda: “<strong><em>Sesungguhnya kecemburuan itu ada yang disukai oleh Allah dan ada yang dibenci oleh-Nya. Adapun kecemburuan yang disukai adalah kecemburuan pada hal-hal yang pasti, sedangkan yang dibenci oleh-Nya adalah kecemburuan pada hal-hal yang tidak pasti</em></strong>.” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Hibban).</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jadi untuk menghindari rasa cemburu pada diri anda terhadap pasangan anda, cobalah belajar mengurangi rasa cinta anda kepada mereka, biarkan mereka berpikir apa yang lebih baik dilakukan untuk anda tapi bukan karena anda meminta sesuatu untuk diri anda.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.fadlie.web.id/bangfad/cemburu-sayang-vs-benci.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.634 seconds -->
