Jogjakarta View

Sebuah kota yang selalu menumbuhkan kenangan tersendiri bagiku. Sempat aku mengenyam enak-tidaknya hidup di Jogjakarta ini. Dulu di Pojok Beteng Wetan selama hampir satu tahun, aku habiskan waktuku memetik gitar di Bis Kota Jalur 02. Banyak gairah hidup yang aku temui selama di Jogja dulu. Keinginan untuk terus menjadi seniman, kegairahan untuk terus menjadi orang yang dekat dengan dunia jalanan, semua terlahir disini di Jogjakarta.

Banyak ilmu yang bisa aku serap dari sekitar lingkungan waktu itu. Tak luput kala dulu merasakan dikeroyok 5 orang pengamen lain yang sampai sekarang aku belum tahu apa sebabnya. Yang sampai sekarang aku sadari adalah mungkin karena aku selalu terlihat bisa dapat uang lebih banyak daripada mereka. Maka aku mewajarkan semua tindakan mereka. Sebab sudah jelas perbedaannya, aku mengamen untuk survive dan mereka mengamen untuk bekerja.

Kemarin aku sampai di Jogjakarta lagi. Semakin penuh kota ini dengan kendaraan roda dua. Banyak juga perbedaan yang mencolok dari tahun-tahun dulu selama hidup disini. Kehidupan hedonis dan pragmatis sudah menjalar akut disini. Kreatifitas juga aku merasakannya semakin berkurang. Bila dulu banyak sekali anak-anak berstatus kuliah yang berusaha dengan jualan apa saja di sekitar jalan, sekarang sangat sulit ditemui meski aku yakin masih ada.

Jogjakarta, bagaimanapun disinilah salah satu kota dimana aku akan kembali.

Salam Air.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar