Terpaksa Pulang

Beberapa hari semenjak hari Jumat sore, aku sudah travelling mulai dari Depok – Purworejo – Jogjakarta – Madiun dan Surabaya. Sangat disayangkan, rencana awal yang akan langsung berlanjut ke Bali dan Bima harus tertunda. Karena ada telpon dari salah satu kolega yang ingin bertemu denganku. Dia bilang PT Djarum ingin ketemu dengan diriku. Atau lebih tepat sebenarnya karena temanku mengajukan namaku untuk ketemu perwakilan orang Djarum dalam urusan Branding Image Djarum. Setelah menimbang-nimbang bagaimana baiknya, akhirnya aku putuskan untuk pulang. Ya, aku harus pulang.

Namun sebelum pulang, aku sempatkan terlebih dahulu untuk mengunjungi salah satu sahabat yaitu Tanadi Santoso di Kantornya, Sam-Design. Kami terlibat pembicaraan hangat terkait dengan buku, kegiatan bisnis dan juga kegiatan seminar-seminarnya yang kapan hari aku ikuti. Banyak sekali ilmu yang aku dapat dari perbincangan selama kurang lebih 3 jam di Kantornya dan 1 jam di Restoran Steak [aduh lupa namanya] di sebuah jalan Surabaya yang isinya Ekspatriat dan eksekutif muda. Tak lupa kami juga merayakan pertemuan kedua kami ini dengan makan banyak dan bertukar cerita tentang perjalanan yang telah lama kita jalani masing-masing. Tentu, aku lebih banyak bertanya karena Pak San sangat jauh diatasku untuk urusan bisnis. Dari segi pengalaman, ilmu dan jam terbang.

Sungguh sebuah pertemuan yang sangat bermanfaat. Banyak teori sederhana yang sangat bermutu untuk digunakan dalam dunia Marketing dan kewirausahaan. Beberapa ilmu yang aku rasa tidak diungkapkan oleh banyak pembicara-pembicara besar di dalam seminar-seminar mereka. Atau mungkin karena aku tidak tahu ya hahaha… Tapi aku rasa aku adalah orang yang sangat beruntung hari ini. Sebuah ilmu yang kalau sekolah akan menghabiskan waktu minimal 3 tahun untuk menyelesaikannya.

Educated from Universe, itu yang aku dapat dari pembicaraan ini. Sebuah percakapan singkat, padat dan maslahat untuk bisa diteruskan di dalam perjalanan bisnisku. Kita bisa belajar dengan baik dari alam raya ini, mengejawantahkan semua ilmu alam dari telinga, mata dan pikiran kita untuk dijadikan sebuah pijakan dalam perjalanan. Kemudian lahirkanlah teori-teori baru dari hal-hal yang telah dialami, meski itu hanya untuk diri sendiri. Jangan pernah lupa untuk mencatatkannya dengan teratur, hingga mengurai titik-titik masalah dari yang paling ringan hingga paling berat. Kapan-kapan akan aku coba untuk sharing beberapa pembelajaran yang sudah aku dapat dari berbagai sumber ilmu dan manusia yang aku kenal. Entah itu dari dunia filsafat, sastra maupun kewirausahaan.

Kami berpisah di Stasiun Turi Surabaya, Pak San melanjutkan kembali kesibukannya dan aku melanjutkan kembali perjalanan untuk pulang. Meskipun harus menunggu kereta Argo Anggrek sampai jam 20.00 WIB nanti. Rasanya kekecewaan dimana tidak bisa meneruskan perjalanan ke Bali seperti terbayar tuntas. Aku pun menjadi lega. Sangat lega. Kembali menuju Depok dengan hati tersenyum. Tentu juga senyum yang aku persembahkan buat orang-orang yang mencintaiku dan menyayangiku.

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar