Puisi Harapan - Harapan yang ku gantang

Harapan yang ku gantang
Harapan yang ku gantang

Harapan yang ku Gantang

raut malam yang menghela dingin mengeja detak
kulihat bulan mengambang pucat disisa-sisa jendela yang terbuka
suara ranting mengalun,meliuk liuk di pojok pojok rumah
galau yang terpecah berdiam di keheningan

desih daun daun bambu menikahi perpisahan kita malam itu
saat kau meninggalkan ku sendiri dibawah rembulan yang menyinari kota kecil ku yang di tinggal zaman
aku meronta ronta melepas cacian di leher ku
tapi jeritan itu sangat kuat kejam tiada ampun

dari dermaga ku pandangi muara
aku melamun menatap diding-dinding yang kosong
bermalam malam aku sulit tidur  hanya sekedar mengeja harapan yang telah punah
harapan yang kosong yang selama ini ku gantang

mesti esok hujan yang kujumpa masih sama dengan hujan ketika kita saling sapa dengan bahasa yang sama
saat itu pula aku menampung titik titik air yang berebut turun dari langit sambil mengeja kenangan
dengan sisa-sisa tenaga aku terus meronta
agar ku tidak lagi terpaku diam dalam seribu bahasa

Judul: Harapan yang ku Gantang
Karya: Aprinol Zikri (Mahasiswa Politeknik Unversitas Padang/UNAND

0 Response to "Puisi Harapan - Harapan yang ku gantang"

Post a Comment